Lintang Parahening

dfdsfjsldf

In UNCATEGORIZED on November 22, 2008 at 10:34 am

hemmm..f;sdmf;asmdjmsda;gsd;gmg,’sfdfsfdg’s,fdg’,sdg’

sdmfsl;dmfs;dmf;sdmfs;dmf

dskfm;sdfs;dfs;dkf

sdmf;sdmfs;dfs;dfs;dfs;’dfs;df

AL Qiyadah Al Islamiyah

In PEMIKIRAN ISLAM KONTEMPORER on June 1, 2008 at 11:37 pm

QIYADAH AL-ISLAMIYAH

Oleh: Lintang Parahening

Prolog

Akhir akhir ini banyak sekali bermunculan aliran aliran sempalan dari dalam tubuh Islam ataupun yang mngatasnamakan Islam. kehdairan mereka tak ayal lagi menuai kontroversi yang dalam antara penjamin kebebasan berkeyakinan dan fundamentalis yang menjaga kesucian, kehormatan dan tradisi baku yang mereka anggap benar.

Sebagian individu menganggap kehadairan mereka suatu yang wajar karena berada di republik yang pluralitasnya sangat tinggi. Sehingga mengapa kelompok mayoritas begitu mudah menjustifikasi sekte sempalan menjadi sesat. hal ini tentunya perlu diklarifikasi lebih dalam sehingga keharmonisan dan anarki bisa dihindari. Pasalnya, jauh jauh hari sebelum munculnya arus Lia Eden, Ahmadiyah, Al-Qiyadah Al Islamiyah, telah muncul sekte sekte berdarah Islam-kedaerahan. Sebut saja Islam Telu di Lombok, Sapta Dharma, Dharmo Gandhul di Jawa, Kaharingan di Kalimantan, serta berbagai aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai sebuah bagian dari kearifan lokal (Local Genius) yang telah lama tumbuh dan berkembang di Tanah Air ini.[1]

Dalam hal ini, seandainya mereka tidak berdasarkan Islam, atau tidak menggubah tata cara beribadah secara Islam, ataupun tidak menggagas Aqidah Islam versi baru, setidaknya mereka akan aman berada di Indonesia. Bagaimanapun, mayoritas umat muslim akan terganggu dengan hadirnya keyakinan dan syariat yang baru padahal mereka telah meyakini dan mengamalkan sejak dulu kala.

Dalam makalah singkat ini, penulis akan sedikit mengemukakan tentang aliran Al Qiyadah Al Islamiyah sebagai aliran yang “di-cap” sesat oleh MUI dan konsep konsep teologisnya yang menjadikannya sesat versi mayoritas.

Lahirnya Al Qiyadah Al Islamiyah, Antara Kebebasan Berkeyakinan Dan Pencarian Kebenaran

11 November 2007, terpampang jelas wajah seorang laki laki kekar pada cover majalah TEMPO edisi ke -5 waktu itu, dengan sebuah handphone di tangan kanan dan sebuah kitab ditangan kiri dekat dada. Di belakangnya sebuh lingkaran cahaya memperjelas rahangnya yang kukuh bak lukisan lukisan Isa Al Masih dalam kastil Kristen. D ibawahnya tertulis besar “RASUL KEREN DARI BETAWI” dan “AL QIYADAH AL ISLAMIYAH DICAP SESAT. BISAKAH KEYAKINAN DIADILI?”. Dialah Abdussalam aliar Ahmad Mushaddeq sang Rasul dari Betawi, pimpinan Al Qiyadah Al Islmaiyah.

Al Qiyadah Al Islamiyah merupakan salah satu aliran sempalan Islam yang menjadikan seorang Ahmad Musaddeq sebagai rasul. Aliran ini menguak dipermukaan setelah Ahmadiyah yang diserang pada sekitar 2006. Takluput juga sebagian pengikut Al Qiyadah Al Islamiyah diburu dan di cap sesat oleh MUI.

Bermula dari sebuah villa Lakapura yang terletak di gunung Bunder 20 km. dari Bogor kearah Sukabumi. Disanalah Abdussalam alias Ahmad Mushaddeq bertahanut selama 40 hari 40 malam di salah satu sudut villa yang dia sebut sebagai gua. Tepat pada malam ke 37 Mushaddeq mengaku mendapat perintah Tuhan. dalam sebuah wawancara, Ahmad Mushaddeq menuturkan kronologi diangkatny a ia menjadi rasul oleh Tuhan.

“Saya bertahannut 40 hari 40 malam di villa saya di gunung Bunder. saya bermimpi pas pada pukul 12 malam, di datangi seseorang dan dibawa ke pantai. disana ada kapal besar terdampat. ribuan orang mencari jalan keluar tapi tak ketemu. saya terjaga. Saya bicara kepada Allah, kalau mimpi saya itu memang dari Engkau, berilah aku mimpi yang sama. Esoknya saya mimpi yang persis sama. Saya minta lagi dan besoknya mimpi lagi” [2]

Bagi ahmad mushadeq, kapal itu adalah tamsil dan orang orang yang ada di dalamnya adalah orang orang yang masih bersyahadat kepada Muhammad. Padahal perahu tersebut telah hancur 700 tahun yang lalu ketika Bagdad diserang tentara Mongol. Maka untuk menegakkan kembali Khilafah Islamiyah perlu ditunjuk rasul lagi.

Setelah merasa dirinya dibaiat oleh Allah untuk menjadi Rasul untuk meng Islah agama Musa, Isa dan Muhammad, Rasul dari Villa tersebut mulai mengembangkan dakwahnya. semula hanya sebatas keluarga kemudian mulai meluas dan meluas. Bak jaringan multi level marketing, pengikut yang semula 12 orang-seperti pengikut Isa Al Masih-menjadi banyak. Rasul Gunung Bunder tersebut mulai berpindah pindah tempat. pagi di Jakarta, sore di surabaya. dan dalam waktu singkat pengikutnya muali merebak di kota kota besar di Indonesia. kebanyakan dari kaum muda yang masih “bodoh”.

“Kesesatan” Versi MUI, Menanggapi Konsep Teologi Al Qiyadah Al Islamiyah

Salah satu konsep dasar yang terbangun diatasnya konsep konsep teologi Al Qiyadah Al Islamiyah adalah, bahwa saat ini “kita sedang berada pada periode Mekkah”. Dari pandangan tersbut lahirlah suatu pandangan bahwa shalat, puasa, dll tidaklah wajib, karena itu adalah syariat yang turun pada periode Madinah. Al Qiyadah Al Islaimiyah hanya mewajibkan shalat malam dan membaca Al Qur’an.

Menurut ketua MUI, Ma’ruf Amin, kesesatan jamaah ini ada pada empat hal. Menciptakan syahadat baru, ada rasul baru, menyatakan musyrik bagi selain pengikutnya dan menyatakan shalat dan rukun islam yang lain tidak wajib.[3]

Pertama, menciptakan syahadat baru. dengan meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Al Masih Al Mau’ud utusan Allah. Dalam konsep teologi Islam yang baku dan mutawatir, jelaslah syahadat tersebut sesat. Dalam Islam, kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah serta Muhammad Rasulullah merupakan pintu gerbang seseorang masuk dalam Islam. Tanpanya, Islam seseorang tidak bisa diterima.[4] Apabila Syahadat telah berubah, secara otomatis Islam seorang tersebut telah batal.

Kedua, ada Rasul baru. Dalam pandangan Islam, Rasululah Muhammad SAW. merupakan rasul penutup para rasul, tidak ada rasul setelah beliau. Rasulullah membawa syariat yang menyempurnakan syari’at-syariat sebelumnya dari para nabi dan rasul. maka apabila Ahmad Mushaddeq dipercaya oleh pengikutnya sebagai rasul, maka ini tak lebih dari manipulasi data tanpa fakta. pasalnya, apabila Mushaddeq yang mengaku mendapatkan wahyu dari Tuhan untuk menjadi utusan, maka wahyu yang seperti apa. Ibnu Taymiyah menulis dalam Membedah Firqoh Firqah sesat, bahwa wahyu ada dua macam. pertama wahyu dari Ar Rahman dan wahyu dari setan.[5]

“Sesungguhnya setan itu mewahyukan kepada kawan kawannya agar mereka membantah kamu”[6]

“Dan demikianlah kami Jadikan bagi tiap tiap nabi itu musuh, yaitu setan setan dari jenis manusia dan dari jenis jin, sebagian mereka mewahyukan kepada sebagian yang lain perkataan perkataan indah untuk menipu (manusia)”[7]

Masih dalam permasalahan wahyu yang diterima Abdussalam di villanya di gunung Bunder, Ibnu Taimiyah menambahkan bahwa kasus kasus mukasyafat dan mukhotobat sering terjadi dikalangan umat. Akan tetapi sebagian dari mereka tahu bahwa itu dari setan, itu adalah sihir, bahwa itu terjadi karena sihir yang diucapkannya atau diajarkan. Ada juga yang tahu itu dari jin, dan mengatakan bahwa itu adalah karomah yang dikaruniakan kepada kami dengan ditundukkannya jin kepada kami.

Ada yang menyangka sosok-sosok tersebut adalah manusia atau malaikat. Jika sosok itu tidak dikenal, ia berkata bahwa itu adalah manusia ghaib. jika menyebut nama, mereka mengatakan “ini Khidir, ini Ilyas, ini Abu Bakar, ini Umar, ini Syeikh Abdul Qadir Jailani dll.” ia menyangka bahwa keadaannya demikian. Sampai disini ia tidak salah, tetapi akalnya keliru karena tidak mengenali bahwa ini adalah setan setan yang menjelma dalam betuk tokoh tokoh.

Orang yang berakal dan berilmu akan mengetahui kesalahan dari penyimpangan penyimpangan syariat yang diajarkan lewat orang tersebut. Misalnya, orang tersebut memerintakan untuk menjalankan ajaran atau tatacara yang menyimpang dari ajaran Islam. Maka jelaslah bahwa wahyu tersebut adalah wahyu “setan”.[8]

Sehubungan dengan ini, bisa dikatakan bahwa Mushaddeq telah mendapatkan wahyu yang salah dan menyimpang dari ajaran Islam yang baku.

Ketiga, memusyrikkan orang selain penganutnya. Dalam hal ini, gaya ekstrem Al Qiyadah semakin tampak jelas. Yaitu dengan mengkafirkan selain penganut ajarannya dan memusyrikkannya. Sedangkan dalam teologi Islam, orang disebut msusyrik apabila ia menyekututkan Allah secara terang terangan ataupun diam diam. mengkafirkannya pun mempunyai syarat syarat tertentu.

Keempat, menyatakan bahwa shalat, puasa, haji dan rukun Islam yang lainnya tidak wajib. Ini sangat jelas. bahwa Al Qiyadah Al Islamiyah menyimpang dari ajaran Islam. Sesat. Karena dalam syahadat kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah mengandung sebuah konsekwensi untuk tunduk dan patuh pada perintah perintah-Nya dan menjauhi larangan larangan-Nya. Hanya dengan alasan masih pada periode Mekkah sehingga mereka tidak mewajibkan rukun Islam, akan tetapi mewajibkan shalat malam dan membaca Al Quran.Padahal bangunan Islam terdiri dari Islam, Iman dan Ihsan. mengerjakan rukun rukun Islam merupakan pondasi struktur Islam dalam diri seorang muslim. Apabila pondasi itu tidak ada atau rusa, rusaklah semu bangunan diatasnya. tak terkecuali konsep Mushaddeq.

“Al Qiyadah Al Islamiyah: Sesat.” Konsekwensi Sebuah Aliran Sempalan.

“Jika ingin membuat ajaran baru, jangan mengaitkan dengan ajaran agama yang sudah mempunyai tatanan baku. Akibatnya, pengikut agama yang sudah baku akan bereaksi dan berkeberatan terhadap ajaran itu”.

Itulah kalimat dari seorang Dien Syamsuddin menanggapi Al Qiyadah Al Islamiyah. Akan tetapi, pernyataan ketua Muhammadiyah tersebut ditanggapi dingin oleh ketua JIL, Ulil Abshar Abdalla dengan mengatakan “NU dan Muhammadiyah telah gagal menerapkan prinsip toleransi, sebagaimana dikehendaki oleh konstitusi kita.”

Al Qiyadah Al Islamiyah mnejadikan daftar aliran sesat semakin panjang, memasuki angka 250 yang dikeluarkan PAKEM dari tahun 1980 sampai 2006. Seiring bermunculnya aliran dan sekte sekte sempalan dalam sebuah agama, Islam khususnya, muncul pula kontroversi yang dalam antara penganut pluralisme dan kaum fundamentalis. Memang pada kenyataanya, kehidupan di Indonesia begitu heterogen. Akan tetapi, dalam tatanan kehidupan beragama-walau kebebasan berkeyakinan dijamin-bukan berarti menodai sebuah agama hal yang legal untuk dilakukan. Mengapa menodai, karena telah merusak konsep teologi yang telah baku yang di setujui umat.

Apapun sekte sempalannya, sejak zaman Rasulullah akan berakhir dengan kehancuran. Musailamah Al Kazzab mengirim surat kepada Rasulullah untuk membagi kekuasaannya menjadi dua. Akan tetapi dibiarkan hingga Beliau wafat dan di hanguskan pada masa Abu Bakar. Nabi dari pakistan Mirza Ghulam Ahmad dengan ahmadiyah, juga menuai penyerangan dimana mana. Laiknya hidup di belantara, minoritas yang menentang arus hanya bisa menunggu ajal.

Menilik sedikit tentang pernyataan “toleransi” beragama yang diusung oleh kaum liberal. Dalam masalah ini. Dr. Anis Malik Thaha dalam bukunya Tren Tren Pluralisme Agama, menyatakan bahwa dalam konteks keagamaan, keindonesiaan yang mana unsur pembentuknya adalah multi agama, multi budaya, multi etnis multi ras dan sebagainya, sistem ideologi pluralisme memang nampak sangat dielu-elukan. Khususunya bagi kaum minoritas non-Islam (yang kebanyakan memang tak sepenuhnya memahami implikasi pluralisme) dan nasionalis sekuler liberal.[9] Sedangkan dalam diskursus pemikiran Islam, pluralisme agama masih merupakan hal baru dan tidak mempunyai akar ideologi bahkan teologis yang kuat.[10]

Maka apabila ada asusmi bahwa aliran sempalan yang tidak sesuai dengan kaidah dan konsep syariat serta akidah islam adalah sesat, itu bisa dianggap hal wajar, bahkan wajib. karena menyimpangkan syariat yang baku sama dengan menodai sebuah agama. Menodai sebuah agama berarti sama halnya tidak menghormati dan menginjak kehormatan seitap individu.

Rasul Dari Betawi Nasibnya Kini, Sebuah Epilog

Lelaki yang mengaku Rasul tersebut terlahir dengan nama Abdussalam. Pada umurnya yang tergolong senja, 63 tahun, ia masih tampak segar. Badannya yang gempal sering tertutup oleh kaos ketat dan memakai jins laiknya anak muda. Hanya saja uban yang sering tertutup peci hitamnya tak bisa menyembunyikan usia. Ahmad Mushaddeq, begitu lelaki tersebut dipanggil pernah masuk pada dinas olahraga pemda DKI dan menjadi pelatih fisik pada timnas bulutangkis Indonesia.

Waktu itu, Ahmad mushaddeq sebagai Al Masih Al Mauud beserta enam pengikutnya menyerahkan diri ke polisi. Ia lebih memilih jalan menyerah daripada menjadi buronan umat muslim se-Indonesia. Biarpun begitu, ia masih tetap nyerocos menjelaskan ajaran ajarannya yang ia deklarasikan tahun 2001 yang lalu.

Nasib Mushaddeq yang saat itu berusia 63 tahun mirip dengan Lia Eden, kepala jamaah Eden (salamullah) yang harus mendekam dipenjara satu setengah tahun. Persis juga dengan Usman Roy, bekas petinju yang menggagas shalat dua bahasa dari Malang.

Satu hal yang tidak bisa di akal, paham-paham teologi sempalan hanya bisa diakal oleh mereka yang tak punya akal, ilmu dan kekeringan spiritual.

Daftar Pustaka

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Membedah Firqoh Firqoh Sesat, Al Qowam, Solo 2006

Majalah TEMPO edisi 5, th. 2007. Rasul Keren Dari Betawi. 11 November 2007

Dr. Anis Malik Thaha, Tren Tren Pluralisme Agama, GIP, Agustus 2005.

Sapto Raharjanto, Artikel: Aliran Sempalan Antara Pluralisme dan Ketertundukan. Pada www.prp-indonesia.org


[1] lihat Sapto Raharjanto, Aliran Sempalan Antara Pluralisme dan Ketertundukan. penulis adalah peneliti Centre of Local Economy And Politics Studies, Jember. atau hub. HP:081938367408/085257250742. artikel ini di muat dalam http://www.prp-indonesia.org

[2] lihat TEMPO edisi-5 2007 tentang al qiyadah al islamiyah.

[3] ibid. Ma’ruf Amin, TEMPO Edisi 5 2007.

[4] lihat kitab Tauhid juz 2, KMI pondok Modern Darussalam Gontor, Darussalam Press.

[5] Ibnu Taimiyah, Membedah Firqoh Firqoh Sesat, Al Qowam, Solo 2006.

[6] Surat Al An’am ayat 121

[7] Surat Al An’am ayat 112

[8] ibu taimiyah, h. 107

[9] lihat Dr. Anis Malik Thaha dalam Tren Tren Pluralisme Agama, GIP agustus 2005

[10] ibid hal. 23

Istilah Istilah Salah

In MUTIARA HIKMAH on May 31, 2008 at 9:42 am

Assalamu’alaikum

Assalamu’alaikum To All Muslims.

  • Don’t say ” Mosque ” but say ” Masjid ” coz islam.co.org has found that ” Mosque ” = ” Mosquitos “.
  • Don’t Write ” Mecca ” but write corectly ” Makkah ” coz ” Mecca ” = ” House of Wines “.
  • Don’t write ” Mohd ” but Write completly ” Muhammad ” coz ” Mohd ” = ” The dog with big mouth “.
  • Don’t write ” 4jjI ” but ” Allah Swt ” coz ” = ” 4 jesus judas Isa Al Masih.
  • If you want to cut ” Assalamu’alaikum ” say ” Assalm ” not say ” Ass. ” coz ” ass ” = ” bokong “.
  • Please forward it to more muslims as you can.”

Kita sudah tahu mana singkatan dan istilah yang salah mana yang benar. Maka, mari kita selalu menuliskan yang benar dalam aplikasi komunikasi kita, sms, email dll. Mari kita jaga kehormatan agama Allah, insya Allah, kita akan selalu dalam naungan-Nya. Amiiin.. :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.